• Senja Emas di Pulau Untung Jawa

    Senja Emas di Pulau Untung Jawa

    Sesaat sebelum mentari kembali ke peraduan.

  • Pantai Pulau Untung Jawa

    Pantai Pulau Untung Jawa

    Bermain di pinggir pantai

  • Mancing

    Mancing

    Mancing di dermaga pulau untung jawa.

  • Dermaga Pulau Untung Jawa

    Dermaga Pulau Untung Jawa

    Tempat berlabuh perahu.

  • Senja Emas di Pulau Untung Jawa

    Senja Emas di Pulau Untung Jawa

    Langit, pantai dan matahari, sungguh perpaduan sore yang indah.

  • Senja Emas di Pulau Untung Jawa

    Senja Emas di Pulau Untung Jawa

    Sunset nan memerah langit.

Ceria…Ngetrip ke Pulau Bira

0 komentar
Terbayar sudah dua jam perjalanan dari Muara Angke --yang becek dan bau itu-- begitu “Raja Ekspress”, kapal kayu yang membawa sekitar 200 orang ini, bersandar di Pulau Pramuka. Kapal kayu ini merupakan transportasi umum yang digunakan masyarakat yang akan mengunjungi pulau-pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta ataupun sebaliknya. Kepulauan Seribu  merupakan gugusan lebih dari 300 pulau yang berada di Teluk Jakarta.

Dermaga dengan air laut jernih, kolam ikan hiu dan bandeng yang dangkal, sejenak memanjakan mata kami. Pulau Pramuka, merupakan pulau persinggahan bagi kami yang akan menuju Pulau Bira Besar. Tidak ada kapal dari Pelabuhan Muara Angke yang langsung ke Pulau Bira Besar. Beberapa tahun lalu, ada kapal cepat yang bisa mengantarkan langsung ke Pulau Bira karena dahulunya pulau ini merupakan pulau resort yang dikelola dengan baik, sebelum akhirnya ditutup oleh pengelolalanya.

Usai santap siang dan berganti pakaian kami siap untuk snorkeling. Perahu kayu milik nelayan sudah kami sewa untuk mengantarkan kami snorkeling ke beberapa spot terumbu karang dan ke beberapa pulau tak berpenghuni. Kami memang berencana check in penginapan di Bira pada sore hari.

Spot pertama yang kami datangi adalah Pulau Air. Pulau pribadi ini memiliki pantai yang bersih, dan pasti terumbu karang yang sehat serta ikan yang beraneka ragam. Bagi teman-teman yang belum pernah melakukan snorkeling, atau bahkan tidak bisa berenang, di sinilah pemandu kami  akan memberikan pelatihan singkat dan ringan mengenai snorkeling. Rasa khawatir dan takut akan segera lenyap megitu menyaksikan kenekaragaman biota laut di sana.

Lanjut ke spot kedua, kami snorkeling di Pulau Macan. Terumbu karang di pulau ini juga tak kalah cantiknya. Pulau Macan sebenarnya juga disewakan dan kita bisa menginap disana, namun karena ini Pulau pribadi, harga sewanya menjadi sangat tinggi dan tidak sesuai dengan kantong kami yang ‘backpacker-an’.

Semua teman-teman, baik yang sudah pernah snorkeling sebelumnya maupun belum sama sekali, terlihat menyatu. Beberapa kamera underwater mengabadikan kegitan yang menyenangkan ini. Setiap peserta trip diberikan kesempatan untuk bergaya di bawah air dan diabadikan dengan kamera. Pemandu kami memberikan trik-trik  agar bergaya di bawah air menjadi lebih mudah dan terlihat natural.

Tiba di Pulau Bira
Menjelang pukul 17.30 kami tiba di Pulau Bira. Dermaga dengan air laut sebening kaca menyapa kami dan memaksa kami untuk leyeh-leyeh sejenak di dermaga sambil menunggu sunset. Serunya, di Pulau Bira ini, untuk melihat sunset dan sunrise, bisa dari tempat yang sama.

Beberapa teman memilih untuk langsung check in di penginapan dan hunting sunset dari depan penginapan. Penginapan yang persis di depan pantai memang menjadi tempat yang strategis untuk hunting foto. Beruntungnya kami, sunset saat itu tampil dengan sempurna, memendarkan warna jingga di langit barat dan membentuk garis bayangan vertikal yang terpantul dari air laut.

Semuanya makin sempurna saat kami, 18 orang yang tidak saling kenal, menyatu dalam keriaan. Kepiting bulan dalam menu BBQ kami menambah keseruan saat kami harus bekerjasama untuk memecah cangkangnya dan menikmati daging legitnya. Hari pertama, terlewati dengan ceria.

Hari kedua, pukul 05.00 pagi kami serentak bangun untuk hunting sunrise dan berkeliling Pulau Bira. Pulau yang mempunyai luas  14 ha ini dahulu adalah sebuah resort yang mempunyai lapangan golf 9 holes. Kini lapangan golf tersebut telah tertutup ilalang dan tidak terlihat lagi, begitu pula dengan kolam renangnya, terlihat sama sekali tidak terawat.

Ada sekitar 20 cottage di sana. Namun semenjak tahun 2005, resort ini ditutup. Penjaga pulau memanfaatkan 8 cottage untuk disewakan kepada umum, karena kondisi bangunan dan furniture masih layak untuk disewakan.

Setelah jepret sana jepret sini dan mengelilingi Pulau Bira, kami bersiap kembali untuk snorkeling. Dan spot kami dihari terakhir ini adalah Pulau Kayu Angin. Meskipun banyak bulu babi, namun terumbu karang di pulau ini lebih beragam. Banyak sekali soft coral yang berwarna-warni.

Pulau kosong ini juga mempunyai pantai landai dengan pasir yang putih, bersih, dan halus. Tiba di sini kami tak ada niat untuk hopping island lagi. Kami manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk membuat foto terbaik sebelum ada panggilan untuk kembali ke Jakarta. Pulau Kayu Angin, menjadi penutup trip yang super ceria ini.

sumber: http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/picnicholic/11/10/12/lsxo3x-ceriangetrip-ke-pulau-bira


Read more

Menelisik Keindahan Bawah Laut Pulau Bira

0 komentar
Sebagai salah satu icon pariwisata andalan Kota Jakarta, Kepulauan Seribu memang sudah dikenal sebagai salah satu destinasi liburan yang paling diminati oleh warga ibu kota dan sekitarnya, terlebih pada saat weekend.

Kepulauan Seribu dinilai sebagai salah satu tempat yang cukup mudah dijangkau baik dari segi jarak tempuh maupun biaya. Disamping, Kepulauan Seribu memang memiliki panorama bawah laut yang memanjakan mata.

Banyak dari wisatawan yang memanfaatkan waktu libur mereka untuk mengunjungi pulau-pulau di gugusan Kepulauan Seribu.

Menikmati indahnya Kepulauan Seribu tentu yang terlintas pertama kali dibenak kita hanya Pulau Tidung, Pulau Pramuka ataupun Pulau Pari.

Eits.. Tunggu dulu, mungkin Anda harus mencoba menyambangi pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu. Ya, salah satunya adalah Pulau Bira.

Pulau Bira merupakan salah satu pulau yang terletak di gugusan Kepulauan Seribu. Pulau Bira memang tidak sebesar Pulau Tidung ataupun Pulau Pramuka, tetapi keindahan bawah lautnya sungguh eksotis.
Landainya pantai dan pasir putihnya yang menggoda tentu siap menghipnotis setiap wisatawan yang singgah ke Pulau ini.

Kami mencoba untuk membagi pengalaman kami pada saat berwisata ke Pulau Bira, Kepulauan Seribu. Pulau Bira sendiri dapat kita tempuh selama ± 4 jam perjalanan dari Pelabuhan Muara Angke.

Kebetulan untuk trip kali ini kami bergabung bersama TravelHolic. Salah satu komunitas pecinta travelling yang rutin mengadakan perjalanan wisata. Ketika diajak untuk mengikuti trip ini, seketika itu juga kami sangat excited untuk bergabung bersama Travel Holic.

Melanjutkan cerita yang terputus tadi, Pulau Bira memang memiliki jarak tempuh yang lebih lama ketimbang kalau kita berkunjung ke Pulau Tidung atau Pramuka.

Trip ini dimulai dengan berkumpulnya seluruh peserta di pelabuhan Muara Angke dan SPBU dekat dermaga ditunjuk sebagai lokasi meeting point kami.

Pagi itu, memang kondisi dermaga Muara Angke yang sedikit tergenang karena air pasang, walaupun begitu tidak menyurutkan langkah kami untuk mengikuti trip kali ini.

Tepat pukul 7.30 kami naik ke kapal dolphin sebagai sarana transport kami menuju Pulau Bira. Hampir ± 3 terombang ambing diatas laut. Kondisi kapal pada saat itu memang agak penuh oleh wisatawan yang hendak menuju ke pulau-pulau di gugusan Kepulauan Seribu.

Transit di Pulau Harapan
Pukul 11.00 kami tiba di Pulau Harapan sebagai tempat transit terakhir besandarnya kapal dolphin, karena untuk menuju Pulau Bira kita harus menggunakan perahu nelayan tradisional. Jadi, bisa dibayangkan betapa serunya trip ini karena destinasi terakhir kapal dolphin hanya sampai Pulau Harapan.

Perjalanan melelahkan selama ± 4 jam, terbayarkan sudah ketika kapal tradisional kami berlabuh di dermaga Pulau Bira. Rimbunnya pohon, hembusan angin laut dan desiran pasir Pulau Bira begitu menyejukkan mata kami.

Dermaga Pulau Bira
Berjalan diatas dermaga Pulau Bira kami disuguhi pemandangan bawah laut yang mempesona dengan terumbuk karang dan ikan yang bisa membuat kami betah berlama-lama di Pulau ini.
Yang membuat Pulau ini berkesan karena suasana Pulau Bira sangat asri dan tenang belum seramai Pulau Tidung.

Pulau ini memang terlihat sangat private, fasilitas yang ada sangat terbatas, hanya beberapa cottage saja yang ada di Pulau Bira. Listrik pun hanya menyala pada saat malam hari dan yang meninggali Pulau Bira hanya keluarga dari penjaga Pulau.

Setelah pembagian cottage dan ISHOMA, kami pun tidak membuang-buang waktu untuk segera mencicipi pemandangan bawah laut disekitar Pulau Bira. Yeah.. Super EXCITED! Kami pun dibawa ke pulau-pulau sekitar dengan menggunakan perahu tradisional.

Hari pertama kita menyambangi lima spot snorkeling sekaligus, yaitu Pulau Panjang, Pulau Gosong Pasir, Pulau Macan Gundul, Pulau Tongkeng dan Pulau Matahari. Ke lima spot snorkeling membuat kami berdecak kagum dengan keindahan bawah lautnya. Arus yang tenang dan perairan yang jernih membuat kami untuk berlama-lama menyusuri terumbuk karang yang masih alami dan biota laut yang terdapat di dalamnya.

Pulau Bira
Tidak terasa hari pun semakin sore, matahari pun hendak membenamkan sinarnya. Kami pun bergegas untuk menuju ke Pulau terdekat yaitu Pulau Panjang untuk melihat sunset. Disana kami menghabiskan waktu untuk melihat sunset dan mengabadikan setiap moment bersama teman-teman dari TravelHolic. Sungguh mengagumkan!

Sunset di Pulau Panjang Bersama TravelHolic
Puas seharian bersnorkling ria dan melihat sunset, kami memutuskan untuk kembali ke cottage masing-masing dan beristirahat melepaskan lelah. Liburan kami pun terasa sudah dipenghujung mata. Keesokan harinya, kami tidak menyia-nyiakan untuk melihat sunrise dan dilanjutkan bersnorkling di sekitaran dermaga Pulau Bira.

Lagi-lagi saya dibuat berdecak kagum dengan keragaman fauna bawah laut Pulau Bira. Dan waktu jugalah yang memisahkan liburan ini dan tepat pukul 11.30 WIB kami bergegas meninggalkan pulau Bira untuk kembali ke rumah masing-masing.

Wah.. Liburan kali ini memang begitu mengesankan. Ternyata ditengah hiruk pikuk Kota Jakarta dan gedung mall yang berjejer masih ada tempat di Ibu Kota yang masih asri dan alami seperti Pulau Bira. Pulau Bira di Kepulauan Seribu bisa menjadi tempat berlibur rekomendasi terbaik untuk keluarga dan teman-teman Anda.

sumber: http://adesepele.wordpress.com/2013/07/28/menelisik-keindahan-bawah-laut-pulau-bira-kepulauan-seribu/


Read more